... SEBUAH KISAH NYATA, .. 4 RAHASIA DAHSYAT KESUKSESAN SEORANG MILYARDER ... # Subhanallah .. Luar Biasa ..!! ...
Bismillahir-Rahmaanir-Rahim ... Berkat rahmat Allah Yang Mahakuasa,
saya dipertemukan dengan hamba-Nya yang satu ini. Beliau adalah seorang
leader yang selalu mengayomi, memberikan bimbingan, semangat, inspirasi,
ide dan gagasan segar.
Beliau seorang pemimpin yang mampu menggerakkan
ratusan hingga ribuan anak buahnya. Beliau seorang guru yang memiliki
lautan ilmu, yang selalu siap ditimba oleh anak-anaknya dan bagai tiada
pernah habis.
Saat ini beliau memiliki berbagai macam bidang
usaha, di antaranya sebagai supplier dan distribusi alat dan produk
kesehatan, puluhan hektar tambak, puluhan hektar ladang, berpuluh rumah
kos, ruko, stand penjualan di mall, apartemen dan lain-lain. Pernah saya
mencoba menghitung, penghasilan beliau bisa mencapai Rp 1 Milyar per
bulannya.
Sebuah pencapaian luar biasa bagi saya dan kebanyakan
orang lain. Pertemuan antara saya dan beliau yang saya ceritakan di
bawah ini terjadi beberapa tahun yang lalu, di saat penghasilan beliau
masih berkisar Rp 200 juta per bulan.
Bagi saya, angka ini pun
sudah bukan main dahsyatnya. Sengaja saya tidak menyebutkan namanya,
karena cerita ini saya publish belum mendapatkan ijin dari beliau. Kita
ambil wisdomnya saja ya.
Suatu hari, terjadilah dialog antara
saya dengan beliau di serambi sebuah hotel di Bandung. Saya ingat,
beliau berpesan bahwa beliau senang ditanya. Kalau ditanya, maka akan
dijelaskan panjang lebar.
Tapi kalau kita diam, maka beliau pun
akan "tidur". Jadilah saya berpikir untuk selalu mengajaknya ngobrol.
Bertanya apa saja yang bisa saya tanyakan.
Sampai akhirnya saya
bertanya secara asal, "Pak, Anda saat ini kan bisa dibilang sukses.
Paling tidak, lebih sukses daripada orang lain. Lalu menurut Anda, apa
yang menjadi rahasia kesuksesan Anda?" Tak dinyana beliau menjawab
pertanyaan ini dengan serius. "Ada empat hal yang harus Anda
perhatikan," begitu beliau memulai penjelasannya.
RAHASIA PERTAMA ..
"Pertama. Jangan lupakan orang tuamu, khususnya ibumu. Karena ibu
adalah orang yang melahirkan kita ke muka bumi ini. Mulai dari
mengandung 9 bulan lebih, itu sangat berat. Ibu melahirkan kita dengan
susah payah, sakit sekali, nyawa taruhannya. Surga di bawah telapak kaki
ibu. Ibu bagaikan pengeran katon (Tuhan yang kelihatan).
Banyak orang sekarang yang salah. Para guru dan kyai dicium tangannya,
sementara kepada ibunya tidak pernah. Para guru dan kyai dipuja dan
dielukan, diberi sumbangan materi jutaan rupiah, dibuatkan rumah; namun
ibunya sendiri di rumah dibiarkan atau diberi materi tapi sedikit
sekali.
Banyak orang yang memberangkatkan haji guru atau kyainya, padahal ibunya sendiri belum dihajikan. Itu terbalik.
Pesan Nabi : Ibumu, ibumu, ibumu ... baru kemudian ayahmu dan gurumu.
Ridho Allah tergantung pada ridho kedua orang tua. Kumpulkan seribu
ulama untuk berdoa. Maka doa ibumu jauh lebih mustajabah." Beliau
mengambil napas sejenak.
RAHASIA KEDUA ...
"Kemudian
yang kedua," beliau melanjutkan. "Banyaklah memberi. Banyaklah
bersedekah. Allah berjanji membalas setiap uang yang kita keluarkan itu
dengan berlipat ganda.
Sedekah mampu mengalahkan angin. Sedekah
bisa mengalahkan besi. Sedekah membersihkan harta dan hati kita.
Sedekah melepaskan kita dari marabahaya. Allah mungkin membalas sedekah
kita dengan rejeki yang banyak, kesehatan, terhindarkan kita dari
bahaya, keluarga yang baik, ilmu, kesempatan, dan lain-lain.
Jangan sepelekan bila ada pengemis datang meminta-minta kepadamu. Karena
saat itulah sebenarnya Anda dibukakan pintu rejeki. Beri pengemis itu
dengan pemberian yang baik dan sikap yang baik. Kalau punya uang kertas,
lebih baik memberinya dengan uang kertas, bukan uang logam.
Pilihkan lembar uang kertas yang masih bagus, bukan yang sudah lecek.
Pegang dengan dua tangan, lalu ulurkan dengan sikap hormat kalau perlu
sambil menunduk (menghormat).
Pengemis yang Anda beri dengan
cara seperti itu, akan terketuk hatinya, 'Belum pernah ada orang yang
memberi dan menghargaiku seperti ini.' Maka terucap atau tidak, dia akan
mendoakan Anda dengan kelimpahan rejeki, kesehatan dan kebahagiaan.
Banyak orang yang keliru dengan menolak pengemis yang mendatanginya,
bahkan ada pula yang menghardiknya. Perbuatan itu sama saja dengan
menutup pintu rejekinya sendiri.
Dalam kesempatan lain, ketika
saya berjalan-jalan dengan beliau, beliau jelas mempraktekkan apa yang
diucapkannya itu. Memberi pengemis dengan selembar uang ribuan yang
masih bagus dan memberikannya dengan dua tangan sambil sedikit
membungkuk hormat. Saya lihat pengemis itu memang berbinar dan betapa
berterima kasihnya.
RAHASIA KETIGA ...
"Allah berjanji
memberikan rejeki kepada kita dari jalan yang tidak disangka-sangka, "
begitu beliau mengawali penjelasannya untuk rahasia ketiganya. "Tapi
sedikit orang yang tahu, bagaimana caranya supaya itu cepat terjadi?
Kebanyakan orang hanya menunggu. Padahal itu ada jalannya."
"Benar di Al Quran ada satu ayat yang kira-kira artinya : ..
Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya diadakan-Nya jalan
keluar baginya dan memberinya rejeki dari jalan/pintu yang tidak
diduga-duga" , saya menimpali (QS Ath Thalaq 2-3).
"Nah, ingin tahu caranya bagaimana agar kita mendapatkan rejeki yang tidak diduga-duga?," tanya beliau.
"Ya, bagaimana caranya?" jawab saya. Saya pikir cukup dengan bertaqwa,
menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya, maka Allah akan
mengirim rejeki itu datang untuk kita.
"Banyaklah menolong
orang. Kalau ada orang yang butuh pertolongan, kalau ketemu orang yang
kesulitan, langsung Anda bantu!" jawaban beliau ini membuat saya
berpikir keras.
"Saat seperti itulah, Anda menjadi rejeki yang
tidak disangka-sangka bagi orang itu. Maka tentu balasannya adalah Allah
akan memberikan kepadamu rejeki yang tidak disangka-sangka pula."
"Walau pun itu orang kaya?" tanya saya.
"Ya, walau itu orang kaya, suatu saat dia pun butuh bantuan. Mungkin
dompetnya hilang, mungkin ban mobilnya bocor, atau apa saja. Maka jika
Anda temui itu dan Anda bisa menolongnya, segera bantulah."
"Walau itu orang yang berpura-pura? Sekarang kan banyak orang jalan
kaki, datang ke rumah kita, pura-pura minta sumbangan rumah ibadah, atau
pura-pura belum makan, tapi ternyata cuma bohongan. Sumbangan yang
katanya untuk rumah ibadah, sebenarnya dia makan sendiri," saya bertanya
lagi.
"Ya walau orang itu cuma berpura-pura seperti itu,"
jawab beliau. "Kalau Anda tanya, sebenarnya dia pun tidak suka melakukan
kebohongan itu. Dia itu sudah frustasi karena tidak bisa bekerja atau
tidak punya pekerjaan yang benar.
Dia itu butuh makan, namun
sudah buntu pikirannya. Akhirnya itulah yang bisa dia lakukan. Soal itu
nanti, serahkan pada Allah. Allah yang menghakimi perbuatannya, dan
Allah yang membalas niat dan pemberian Anda."
RAHASIA KEEMPAT ...
Wah, makin menarik, nih. Saya manggut-manggut. Sebenarnya saya tidak
menyangka kalau pertanyaan asal-asalan saya tadi berbuah jawaban yang
begitu serius dan panjang. Sekarang tinggal satu rahasia lagi, dari
empat rahasia seperti yang dikatakan beliau sebelumnya.
"Yang keempat nih, Mas," beliau memulai. "Jangan mempermainkan wanita".
Hm ... ini membuat saya berpikir keras. Apa maksudnya. Apakah kita
membuat janji dengan teman wanita, lalu tidak kita tepati? Atau jangan
biarkan wanita menunggu? Seperti di film-film saja.
"Maksudnya
begini. Anda kan punya istri, atau suami. Itu adalah pasangan hidup
Anda, baik di saat susah maupun senang. Ketika Anda pergi meninggalkan
rumah untuk mencari nafkah, dia di rumah menunggu dan berdoa untuk
keselamatan dan kesuksesan Anda.
Dia ikut besama Anda di kala
Anda susah, penghasilan yang pas-pasan, makan dan pakaian seadanya, dia
mendampingi Anda dan mendukung segala usaha Anda untuk berhasil."
"Lalu?" saya tak sabar untuk tahu kelanjutan maksudnya.
"Banyak orang yang kemudian ketika sukses, uangnya banyak, punya
jabatan, lalu menikah lagi. Atau mulai bermain wanita (atau bermain
pria, bagi yang perempuan). Baik menikah lagi secara terang-terangan,
apalagi diam-diam, itu menyakiti hati pasangan hidup Anda.
Ingat, pasangan hidup yang dulu mendampingi Anda di kala susah,
mendukung dan berdoa untuk kesuksesan Anda. Namun ketika Anda
mendapatkan sukses itu, Anda meninggalkannya. Atau Anda menduakannya. "
Oh ... pelajaran monogami nih, pikir saya dalam hati.
"Banyak orang yang lupa hal itu. Begitu sudah jadi orang besar, uangnya
banyak, lalu cari istri lagi. Menikah lagi. Rumah tangganya jadi kacau.
Ketika merasa ditinggalkan, pasangan hidupnya menjadi tidak rela.
Akhirnya uangnya habis untuk biaya sana-sini.
Banyak orang yang
jatuh karena hal seperti ini. Dia lupa bahwa pasangan hidupnya itu
sebenarnya ikut punya andil dalam kesuksesan dirinya," beliau
melanjutkan.
Hal ini saya buktikan sendiri, setiap saya datang
ke rumahnya yang di Waru Sidoarjo, saya menjumpai beliau punya 1 istri, 2
anak laki-laki dan 1 anak perempuan.
Perbincangan ini ditutup ketika kemudian ada tamu yang datang ....
Wallahu’alam bishshawab, ..
... Semoga tulisan ini dapat membuka pintu hati kita yang telah lama terkunci ...
Bismillah.. Gabung Yuk di Fp ini : Kaligrafi untuk membaca : "13 Perkara yang perlu dijaga oleh wanita”
cerita dr Kaligrafi Jum'at 17 Mei 2013
Tidak ada komentar:
Posting Komentar