Minggu, 26 Mei 2013
Jumat, 17 Mei 2013
Status Aneh
Status Aneh d Facebook
Keluarga Bahagia ^__^
Anak: Mah.. beliin speda cwo yg ad rodanya sperti punya tetangga kita dong.. (ceritnya anknya cwo eh slah.. cwe)
Mamah : hmm.. kamu mau speda ya.. mamah maunya beliin kamu mtor..
Papah: hmm.. papah maunya beliin kamu Mobil.. (papah lngsung menylonong aj dlm dskusi cwe)
Patah Kayu.. Alias GUBBRRaAKK..
suasana tiba-tiba hening..
Anak jadi GALAU..
n menggrutu dlm Hati..
Ya Allah.. sdarkan orang tua hamba ini..
Mereka Sadar ga sih kalo anak mereka ini umurnya masih 7 tahun..
ini bntuk Bully ortu trhadp anaknya yg tdk sdr telh mngjarkn kegalauan kpd anak sejak dini...
#Sedikit coretan Aneh hr ini..
Anak: Mah.. beliin speda cwo yg ad rodanya sperti punya tetangga kita dong.. (ceritnya anknya cwo eh slah.. cwe)
Mamah : hmm.. kamu mau speda ya.. mamah maunya beliin kamu mtor..
Papah: hmm.. papah maunya beliin kamu Mobil.. (papah lngsung menylonong aj dlm dskusi cwe)
Patah Kayu.. Alias GUBBRRaAKK..
suasana tiba-tiba hening..
Anak jadi GALAU..
n menggrutu dlm Hati..
Ya Allah.. sdarkan orang tua hamba ini..
Mereka Sadar ga sih kalo anak mereka ini umurnya masih 7 tahun..
ini bntuk Bully ortu trhadp anaknya yg tdk sdr telh mngjarkn kegalauan kpd anak sejak dini...
#Sedikit coretan Aneh hr ini..
Suka · · Promosikan · Bagikan
- Isnani Bleach Kuchiky, Mengharap Ridho-nya, Sinar Malatie dan 3 lainnya menyukai ini.
13 Perkara yang perlu dijaga oleh wanita.
1. Bulu kening – Menurut imam Bukhari, Rasullulah melaknat perempuan yang mencukur atau menipiskan bulu kening atau meminta supaya dicukurkan bulu kening.(Petikan dari Hadis Riwayat Abu Daud Fi Fathil Bari.)
2. Kaki dan semacam hantu loceng – Dan janganlah mereka (perempuan) membentakkan kaki (atau mengangkatnya) agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan – (Petikan dari Surah An-Nur Ayat 31.) Keterangan : Menampakkan kaki dan menghayunkan/ melenggokkan badan mengikut hentakan kaki terutamanya pada mereka yang mengikatnya dengan loceng…sama juga seperti pelacur dizaman jahiliyah ….
3. Wangian – Siapa sahaja wanita yang memakai wangi-wangian kemudian melewati suatu kaum supaya mereka itu mencium baunya, maka wanita itu telah dianggap melakukan zina dan tiap-tiap mata ada zinanya terutamanya hidung yang berserombong.(Petikan dari Hadis Riwayat Nasaii, Ibn Khuzaimah dan Hibban.)
4. Dada – Hendaklah mereka (perempuan) melabuhkan kain tudung hingga menutupi bahagian hadapan dada-dada mereka.(Petikan dari Surah An-Nur Ayat 31.
)5. Gigi – Rasullulah melaknat perempuan yang mengikir gigi atau meminta supaya dikikirkan giginya – (Petikan dari Hadis Riwayat At-Thabrani) Dilaknat perempuan yang menjarangkan giginya supaya menjadi cantik, yang merubah ciptaan Allah.(Petikan dari Hadis Riwayat Bukhari dan Muslim.)
6. Muka dan leher – Dan tinggallah kamu (perempuan) di rumah kamu dan janganlah kamu menampakkan perhiasan mu seperti orang jahilliah yang dahulu. Keterangan : Bersolek (make-up) dan menurut Maqatil sengaja membiarkan ikatan tudung yang menampakkan leher seperti orang Jahilliyah.
7. Pakaian yang nipis (jarang) – Asma Binte Abu Bakar telah menemui Rasullulah dengan memakai pakaian yang tipis. Sabda Rasullulah: Wahai Asma! Sesungguhnya seorang gadis yang telah berhaid tidak boleh baginya menzahirkan anggota badan kecuali pergelangan tangan dan wajah saja (Petikan dari Hadis Riwayat Muslim dan Bukhari.)
8. Tangan – Sesungguhnya kepala yang ditusuk dengan besi itu lebih baik daripada menyentuh kaum yang bukan sejenis yang tidak halal baginya.(Petikan dari Hadis Riwayat At Tabrani dan Baihaqi.)
9. Mata – Dan katakanlah kepada perempuan mukmin hendaklah mereka menundukkan sebahagian dari pemandangannya. (Petikan dari Surah An Nur Ayat 31)Sabda Nabi Muhamad SAW, Jangan sampai pandangan yang satu mengikuti pandangan lainnya. Kamu hanya boleh pandangan yang pertama sahaja manakala pandangan seterusnya tidak dibenarkan hukumnya haram.(Petikan dari Hadis Riwayat Ahmad, Abu Daud dan Tirmidzi.)
10. Mulut (suara) – Janganlah perempuan-perempuan itu terlalu lunak dalam berbicara sehingga berkeinginan orang yang ada perasaan serong dalam hatinya, tetapi ucapkanlah perkataan-perkataan yang baik (Petikan dari Surah Al Ahzab Ayat 32.)Sabda SAW, Sesungguhnya akan ada umat ku yang minum arak yang mereka namakan dengan yang lain, iaitu kepala mereka dilalaikan oleh bunyi-bunyian (muzik) dan penyanyi perempuan, maka Allah akan tenggelamkan mereka itu dalam bumi.(Petikan dari Hadis Riwayat Ibn Majah.)
11. Kemaluan – Dan katakanlah kepada perempuan-perempuan mukmin, hendaklah mereka menundukkan pandangan mereka dan menjaga kehormatan mereka.(Petikan dari Surah An Nur Ayat 31.)Apabila seorang perempuan itu solat lima waktu, puasa di bulan Ramadan, menjaga kehormatannya dan mentaati suaminya, maka masuklah ia ke dalam Syurga daripada pintu-pintu yang ia kehendakinya. (Hadis Riwayat Riwayat Al Bazzar.)Tiada seorang perempuanpun yang membuka pakaiannya bukan di rumah suaminya, melainkan dia telah membinasakan tabir antaranya dengan Allah.(Petikan dari Hadis Riwayat Tirmidzi, Abu Daud dan Ibn Majah.)
12. Pakaian – Barangsiapa memakai pakaian yang berlebih-lebihan terutama yang menjolok mata , maka Allah akan memberikan pakaian kehinaan di hari akhirat nanti.(Petikan dari Hadis Riwayat Ahmad, Abu D , An Nasaii dan Ibn Majah.)Petikan dari Surah Al Ahzab Ayat 59. Bermaksud : Hai nabi-nabi katakanlah kepada isteri-isterimu, anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin, hendaklah mereka memakai baju jilbab (baju labuh dan longgar) yang demikian itu supaya mereka mudah diken ali . Lantaran itu mereka tidak diganggu. Allah maha pengampun lagi maha penyayang.Sesungguhnya sebilangan ahli Neraka ialah perempuan-perempuan yang berpakaian tetapi telanjang yang condong pada maksiat dan menarik orang lain untuk melakukan maksiat. Mereka tidak akan masuk Syurga dan tidak akan mencium baunya. (Petikan dari Hadis Riwayat Bukhari dan Muslim) Keterangan : Wanita yang berpakaian tipis/jarang, ketat/ membentuk dan berbelah/membuka bahagian-bahagian tertentu.
13. Rambut – Wahai anakku Fatimah! Adapun perempuan-perempuan yang akan digantung rambutnya hingga mendidih otaknya dalam Neraka adalah mereka itu di dunia tidak mahu menutup rambutnya daripada dilihat oleh lelaki yang bukan mahramnya.(Petikan dari Hadis Riwayat Bukhari dan Muslim.) Riwayat Imran bin Hushain ra.:Bahwa Rasulullah saw. bersabda: Sesungguhnya penghuni syurga yang paling sedikit adalah kaum wanita. (Shahih Muslim No.4921)
Bismillah.. Gabung Yuk di Fp ini : Kaligrafi untuk membaca : "MAHAR (Kisah Nyata tentang Mahar Terindah berupa TAUHID)”
... SEBUAH KISAH NYATA, .. 4 RAHASIA DAHSYAT KESUKSESAN SEORANG MILYARDER ... # Subhanallah .. Luar Biasa ..!! ...
Bismillahir-Rahmaanir-Rahim ... Berkat rahmat Allah Yang Mahakuasa, saya dipertemukan dengan hamba-Nya yang satu ini. Beliau adalah seorang leader yang selalu mengayomi, memberikan bimbingan, semangat, inspirasi, ide dan gagasan segar.
Beliau seorang pemimpin yang mampu menggerakkan ratusan hingga ribuan anak buahnya. Beliau seorang guru yang memiliki lautan ilmu, yang selalu siap ditimba oleh anak-anaknya dan bagai tiada pernah habis.
Saat ini beliau memiliki berbagai macam bidang usaha, di antaranya sebagai supplier dan distribusi alat dan produk kesehatan, puluhan hektar tambak, puluhan hektar ladang, berpuluh rumah kos, ruko, stand penjualan di mall, apartemen dan lain-lain. Pernah saya mencoba menghitung, penghasilan beliau bisa mencapai Rp 1 Milyar per bulannya.
Sebuah pencapaian luar biasa bagi saya dan kebanyakan orang lain. Pertemuan antara saya dan beliau yang saya ceritakan di bawah ini terjadi beberapa tahun yang lalu, di saat penghasilan beliau masih berkisar Rp 200 juta per bulan.
Bagi saya, angka ini pun sudah bukan main dahsyatnya. Sengaja saya tidak menyebutkan namanya, karena cerita ini saya publish belum mendapatkan ijin dari beliau. Kita ambil wisdomnya saja ya.
Suatu hari, terjadilah dialog antara saya dengan beliau di serambi sebuah hotel di Bandung. Saya ingat, beliau berpesan bahwa beliau senang ditanya. Kalau ditanya, maka akan dijelaskan panjang lebar.
Tapi kalau kita diam, maka beliau pun akan "tidur". Jadilah saya berpikir untuk selalu mengajaknya ngobrol. Bertanya apa saja yang bisa saya tanyakan.
Sampai akhirnya saya bertanya secara asal, "Pak, Anda saat ini kan bisa dibilang sukses. Paling tidak, lebih sukses daripada orang lain. Lalu menurut Anda, apa yang menjadi rahasia kesuksesan Anda?" Tak dinyana beliau menjawab pertanyaan ini dengan serius. "Ada empat hal yang harus Anda perhatikan," begitu beliau memulai penjelasannya.
RAHASIA PERTAMA ..
"Pertama. Jangan lupakan orang tuamu, khususnya ibumu. Karena ibu adalah orang yang melahirkan kita ke muka bumi ini. Mulai dari mengandung 9 bulan lebih, itu sangat berat. Ibu melahirkan kita dengan susah payah, sakit sekali, nyawa taruhannya. Surga di bawah telapak kaki ibu. Ibu bagaikan pengeran katon (Tuhan yang kelihatan).
Banyak orang sekarang yang salah. Para guru dan kyai dicium tangannya, sementara kepada ibunya tidak pernah. Para guru dan kyai dipuja dan dielukan, diberi sumbangan materi jutaan rupiah, dibuatkan rumah; namun ibunya sendiri di rumah dibiarkan atau diberi materi tapi sedikit sekali.
Banyak orang yang memberangkatkan haji guru atau kyainya, padahal ibunya sendiri belum dihajikan. Itu terbalik.
Pesan Nabi : Ibumu, ibumu, ibumu ... baru kemudian ayahmu dan gurumu. Ridho Allah tergantung pada ridho kedua orang tua. Kumpulkan seribu ulama untuk berdoa. Maka doa ibumu jauh lebih mustajabah." Beliau mengambil napas sejenak.
RAHASIA KEDUA ...
"Kemudian yang kedua," beliau melanjutkan. "Banyaklah memberi. Banyaklah bersedekah. Allah berjanji membalas setiap uang yang kita keluarkan itu dengan berlipat ganda.
Sedekah mampu mengalahkan angin. Sedekah bisa mengalahkan besi. Sedekah membersihkan harta dan hati kita. Sedekah melepaskan kita dari marabahaya. Allah mungkin membalas sedekah kita dengan rejeki yang banyak, kesehatan, terhindarkan kita dari bahaya, keluarga yang baik, ilmu, kesempatan, dan lain-lain.
Jangan sepelekan bila ada pengemis datang meminta-minta kepadamu. Karena saat itulah sebenarnya Anda dibukakan pintu rejeki. Beri pengemis itu dengan pemberian yang baik dan sikap yang baik. Kalau punya uang kertas, lebih baik memberinya dengan uang kertas, bukan uang logam.
Pilihkan lembar uang kertas yang masih bagus, bukan yang sudah lecek. Pegang dengan dua tangan, lalu ulurkan dengan sikap hormat kalau perlu sambil menunduk (menghormat).
Pengemis yang Anda beri dengan cara seperti itu, akan terketuk hatinya, 'Belum pernah ada orang yang memberi dan menghargaiku seperti ini.' Maka terucap atau tidak, dia akan mendoakan Anda dengan kelimpahan rejeki, kesehatan dan kebahagiaan.
Banyak orang yang keliru dengan menolak pengemis yang mendatanginya, bahkan ada pula yang menghardiknya. Perbuatan itu sama saja dengan menutup pintu rejekinya sendiri.
Dalam kesempatan lain, ketika saya berjalan-jalan dengan beliau, beliau jelas mempraktekkan apa yang diucapkannya itu. Memberi pengemis dengan selembar uang ribuan yang masih bagus dan memberikannya dengan dua tangan sambil sedikit membungkuk hormat. Saya lihat pengemis itu memang berbinar dan betapa berterima kasihnya.
RAHASIA KETIGA ...
"Allah berjanji memberikan rejeki kepada kita dari jalan yang tidak disangka-sangka, " begitu beliau mengawali penjelasannya untuk rahasia ketiganya. "Tapi sedikit orang yang tahu, bagaimana caranya supaya itu cepat terjadi? Kebanyakan orang hanya menunggu. Padahal itu ada jalannya."
"Benar di Al Quran ada satu ayat yang kira-kira artinya : ..
Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya diadakan-Nya jalan keluar baginya dan memberinya rejeki dari jalan/pintu yang tidak diduga-duga" , saya menimpali (QS Ath Thalaq 2-3).
"Nah, ingin tahu caranya bagaimana agar kita mendapatkan rejeki yang tidak diduga-duga?," tanya beliau.
"Ya, bagaimana caranya?" jawab saya. Saya pikir cukup dengan bertaqwa, menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya, maka Allah akan mengirim rejeki itu datang untuk kita.
"Banyaklah menolong orang. Kalau ada orang yang butuh pertolongan, kalau ketemu orang yang kesulitan, langsung Anda bantu!" jawaban beliau ini membuat saya berpikir keras.
"Saat seperti itulah, Anda menjadi rejeki yang tidak disangka-sangka bagi orang itu. Maka tentu balasannya adalah Allah akan memberikan kepadamu rejeki yang tidak disangka-sangka pula."
"Walau pun itu orang kaya?" tanya saya.
"Ya, walau itu orang kaya, suatu saat dia pun butuh bantuan. Mungkin dompetnya hilang, mungkin ban mobilnya bocor, atau apa saja. Maka jika Anda temui itu dan Anda bisa menolongnya, segera bantulah."
"Walau itu orang yang berpura-pura? Sekarang kan banyak orang jalan kaki, datang ke rumah kita, pura-pura minta sumbangan rumah ibadah, atau pura-pura belum makan, tapi ternyata cuma bohongan. Sumbangan yang katanya untuk rumah ibadah, sebenarnya dia makan sendiri," saya bertanya lagi.
"Ya walau orang itu cuma berpura-pura seperti itu," jawab beliau. "Kalau Anda tanya, sebenarnya dia pun tidak suka melakukan kebohongan itu. Dia itu sudah frustasi karena tidak bisa bekerja atau tidak punya pekerjaan yang benar.
Dia itu butuh makan, namun sudah buntu pikirannya. Akhirnya itulah yang bisa dia lakukan. Soal itu nanti, serahkan pada Allah. Allah yang menghakimi perbuatannya, dan Allah yang membalas niat dan pemberian Anda."
RAHASIA KEEMPAT ...
Wah, makin menarik, nih. Saya manggut-manggut. Sebenarnya saya tidak menyangka kalau pertanyaan asal-asalan saya tadi berbuah jawaban yang begitu serius dan panjang. Sekarang tinggal satu rahasia lagi, dari empat rahasia seperti yang dikatakan beliau sebelumnya.
"Yang keempat nih, Mas," beliau memulai. "Jangan mempermainkan wanita".
Hm ... ini membuat saya berpikir keras. Apa maksudnya. Apakah kita membuat janji dengan teman wanita, lalu tidak kita tepati? Atau jangan biarkan wanita menunggu? Seperti di film-film saja.
"Maksudnya begini. Anda kan punya istri, atau suami. Itu adalah pasangan hidup Anda, baik di saat susah maupun senang. Ketika Anda pergi meninggalkan rumah untuk mencari nafkah, dia di rumah menunggu dan berdoa untuk keselamatan dan kesuksesan Anda.
Dia ikut besama Anda di kala Anda susah, penghasilan yang pas-pasan, makan dan pakaian seadanya, dia mendampingi Anda dan mendukung segala usaha Anda untuk berhasil."
"Lalu?" saya tak sabar untuk tahu kelanjutan maksudnya.
"Banyak orang yang kemudian ketika sukses, uangnya banyak, punya jabatan, lalu menikah lagi. Atau mulai bermain wanita (atau bermain pria, bagi yang perempuan). Baik menikah lagi secara terang-terangan, apalagi diam-diam, itu menyakiti hati pasangan hidup Anda.
Ingat, pasangan hidup yang dulu mendampingi Anda di kala susah, mendukung dan berdoa untuk kesuksesan Anda. Namun ketika Anda mendapatkan sukses itu, Anda meninggalkannya. Atau Anda menduakannya. "
Oh ... pelajaran monogami nih, pikir saya dalam hati.
"Banyak orang yang lupa hal itu. Begitu sudah jadi orang besar, uangnya banyak, lalu cari istri lagi. Menikah lagi. Rumah tangganya jadi kacau. Ketika merasa ditinggalkan, pasangan hidupnya menjadi tidak rela. Akhirnya uangnya habis untuk biaya sana-sini.
Banyak orang yang jatuh karena hal seperti ini. Dia lupa bahwa pasangan hidupnya itu sebenarnya ikut punya andil dalam kesuksesan dirinya," beliau melanjutkan.
Hal ini saya buktikan sendiri, setiap saya datang ke rumahnya yang di Waru Sidoarjo, saya menjumpai beliau punya 1 istri, 2 anak laki-laki dan 1 anak perempuan.
Perbincangan ini ditutup ketika kemudian ada tamu yang datang ....
Wallahu’alam bishshawab, ..
... Semoga tulisan ini dapat membuka pintu hati kita yang telah lama terkunci ...
Bismillah.. Gabung Yuk di Fp ini : Kaligrafi untuk membaca : "13 Perkara yang perlu dijaga oleh wanita”
cerita dr Kaligrafi Jum'at 17 Mei 2013
Bismillahir-Rahmaanir-Rahim ... Berkat rahmat Allah Yang Mahakuasa, saya dipertemukan dengan hamba-Nya yang satu ini. Beliau adalah seorang leader yang selalu mengayomi, memberikan bimbingan, semangat, inspirasi, ide dan gagasan segar.
Beliau seorang pemimpin yang mampu menggerakkan ratusan hingga ribuan anak buahnya. Beliau seorang guru yang memiliki lautan ilmu, yang selalu siap ditimba oleh anak-anaknya dan bagai tiada pernah habis.
Saat ini beliau memiliki berbagai macam bidang usaha, di antaranya sebagai supplier dan distribusi alat dan produk kesehatan, puluhan hektar tambak, puluhan hektar ladang, berpuluh rumah kos, ruko, stand penjualan di mall, apartemen dan lain-lain. Pernah saya mencoba menghitung, penghasilan beliau bisa mencapai Rp 1 Milyar per bulannya.
Sebuah pencapaian luar biasa bagi saya dan kebanyakan orang lain. Pertemuan antara saya dan beliau yang saya ceritakan di bawah ini terjadi beberapa tahun yang lalu, di saat penghasilan beliau masih berkisar Rp 200 juta per bulan.
Bagi saya, angka ini pun sudah bukan main dahsyatnya. Sengaja saya tidak menyebutkan namanya, karena cerita ini saya publish belum mendapatkan ijin dari beliau. Kita ambil wisdomnya saja ya.
Suatu hari, terjadilah dialog antara saya dengan beliau di serambi sebuah hotel di Bandung. Saya ingat, beliau berpesan bahwa beliau senang ditanya. Kalau ditanya, maka akan dijelaskan panjang lebar.
Tapi kalau kita diam, maka beliau pun akan "tidur". Jadilah saya berpikir untuk selalu mengajaknya ngobrol. Bertanya apa saja yang bisa saya tanyakan.
Sampai akhirnya saya bertanya secara asal, "Pak, Anda saat ini kan bisa dibilang sukses. Paling tidak, lebih sukses daripada orang lain. Lalu menurut Anda, apa yang menjadi rahasia kesuksesan Anda?" Tak dinyana beliau menjawab pertanyaan ini dengan serius. "Ada empat hal yang harus Anda perhatikan," begitu beliau memulai penjelasannya.
RAHASIA PERTAMA ..
"Pertama. Jangan lupakan orang tuamu, khususnya ibumu. Karena ibu adalah orang yang melahirkan kita ke muka bumi ini. Mulai dari mengandung 9 bulan lebih, itu sangat berat. Ibu melahirkan kita dengan susah payah, sakit sekali, nyawa taruhannya. Surga di bawah telapak kaki ibu. Ibu bagaikan pengeran katon (Tuhan yang kelihatan).
Banyak orang sekarang yang salah. Para guru dan kyai dicium tangannya, sementara kepada ibunya tidak pernah. Para guru dan kyai dipuja dan dielukan, diberi sumbangan materi jutaan rupiah, dibuatkan rumah; namun ibunya sendiri di rumah dibiarkan atau diberi materi tapi sedikit sekali.
Banyak orang yang memberangkatkan haji guru atau kyainya, padahal ibunya sendiri belum dihajikan. Itu terbalik.
Pesan Nabi : Ibumu, ibumu, ibumu ... baru kemudian ayahmu dan gurumu. Ridho Allah tergantung pada ridho kedua orang tua. Kumpulkan seribu ulama untuk berdoa. Maka doa ibumu jauh lebih mustajabah." Beliau mengambil napas sejenak.
RAHASIA KEDUA ...
"Kemudian yang kedua," beliau melanjutkan. "Banyaklah memberi. Banyaklah bersedekah. Allah berjanji membalas setiap uang yang kita keluarkan itu dengan berlipat ganda.
Sedekah mampu mengalahkan angin. Sedekah bisa mengalahkan besi. Sedekah membersihkan harta dan hati kita. Sedekah melepaskan kita dari marabahaya. Allah mungkin membalas sedekah kita dengan rejeki yang banyak, kesehatan, terhindarkan kita dari bahaya, keluarga yang baik, ilmu, kesempatan, dan lain-lain.
Jangan sepelekan bila ada pengemis datang meminta-minta kepadamu. Karena saat itulah sebenarnya Anda dibukakan pintu rejeki. Beri pengemis itu dengan pemberian yang baik dan sikap yang baik. Kalau punya uang kertas, lebih baik memberinya dengan uang kertas, bukan uang logam.
Pilihkan lembar uang kertas yang masih bagus, bukan yang sudah lecek. Pegang dengan dua tangan, lalu ulurkan dengan sikap hormat kalau perlu sambil menunduk (menghormat).
Pengemis yang Anda beri dengan cara seperti itu, akan terketuk hatinya, 'Belum pernah ada orang yang memberi dan menghargaiku seperti ini.' Maka terucap atau tidak, dia akan mendoakan Anda dengan kelimpahan rejeki, kesehatan dan kebahagiaan.
Banyak orang yang keliru dengan menolak pengemis yang mendatanginya, bahkan ada pula yang menghardiknya. Perbuatan itu sama saja dengan menutup pintu rejekinya sendiri.
Dalam kesempatan lain, ketika saya berjalan-jalan dengan beliau, beliau jelas mempraktekkan apa yang diucapkannya itu. Memberi pengemis dengan selembar uang ribuan yang masih bagus dan memberikannya dengan dua tangan sambil sedikit membungkuk hormat. Saya lihat pengemis itu memang berbinar dan betapa berterima kasihnya.
RAHASIA KETIGA ...
"Allah berjanji memberikan rejeki kepada kita dari jalan yang tidak disangka-sangka, " begitu beliau mengawali penjelasannya untuk rahasia ketiganya. "Tapi sedikit orang yang tahu, bagaimana caranya supaya itu cepat terjadi? Kebanyakan orang hanya menunggu. Padahal itu ada jalannya."
"Benar di Al Quran ada satu ayat yang kira-kira artinya : ..
Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya diadakan-Nya jalan keluar baginya dan memberinya rejeki dari jalan/pintu yang tidak diduga-duga" , saya menimpali (QS Ath Thalaq 2-3).
"Nah, ingin tahu caranya bagaimana agar kita mendapatkan rejeki yang tidak diduga-duga?," tanya beliau.
"Ya, bagaimana caranya?" jawab saya. Saya pikir cukup dengan bertaqwa, menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya, maka Allah akan mengirim rejeki itu datang untuk kita.
"Banyaklah menolong orang. Kalau ada orang yang butuh pertolongan, kalau ketemu orang yang kesulitan, langsung Anda bantu!" jawaban beliau ini membuat saya berpikir keras.
"Saat seperti itulah, Anda menjadi rejeki yang tidak disangka-sangka bagi orang itu. Maka tentu balasannya adalah Allah akan memberikan kepadamu rejeki yang tidak disangka-sangka pula."
"Walau pun itu orang kaya?" tanya saya.
"Ya, walau itu orang kaya, suatu saat dia pun butuh bantuan. Mungkin dompetnya hilang, mungkin ban mobilnya bocor, atau apa saja. Maka jika Anda temui itu dan Anda bisa menolongnya, segera bantulah."
"Walau itu orang yang berpura-pura? Sekarang kan banyak orang jalan kaki, datang ke rumah kita, pura-pura minta sumbangan rumah ibadah, atau pura-pura belum makan, tapi ternyata cuma bohongan. Sumbangan yang katanya untuk rumah ibadah, sebenarnya dia makan sendiri," saya bertanya lagi.
"Ya walau orang itu cuma berpura-pura seperti itu," jawab beliau. "Kalau Anda tanya, sebenarnya dia pun tidak suka melakukan kebohongan itu. Dia itu sudah frustasi karena tidak bisa bekerja atau tidak punya pekerjaan yang benar.
Dia itu butuh makan, namun sudah buntu pikirannya. Akhirnya itulah yang bisa dia lakukan. Soal itu nanti, serahkan pada Allah. Allah yang menghakimi perbuatannya, dan Allah yang membalas niat dan pemberian Anda."
RAHASIA KEEMPAT ...
Wah, makin menarik, nih. Saya manggut-manggut. Sebenarnya saya tidak menyangka kalau pertanyaan asal-asalan saya tadi berbuah jawaban yang begitu serius dan panjang. Sekarang tinggal satu rahasia lagi, dari empat rahasia seperti yang dikatakan beliau sebelumnya.
"Yang keempat nih, Mas," beliau memulai. "Jangan mempermainkan wanita".
Hm ... ini membuat saya berpikir keras. Apa maksudnya. Apakah kita membuat janji dengan teman wanita, lalu tidak kita tepati? Atau jangan biarkan wanita menunggu? Seperti di film-film saja.
"Maksudnya begini. Anda kan punya istri, atau suami. Itu adalah pasangan hidup Anda, baik di saat susah maupun senang. Ketika Anda pergi meninggalkan rumah untuk mencari nafkah, dia di rumah menunggu dan berdoa untuk keselamatan dan kesuksesan Anda.
Dia ikut besama Anda di kala Anda susah, penghasilan yang pas-pasan, makan dan pakaian seadanya, dia mendampingi Anda dan mendukung segala usaha Anda untuk berhasil."
"Lalu?" saya tak sabar untuk tahu kelanjutan maksudnya.
"Banyak orang yang kemudian ketika sukses, uangnya banyak, punya jabatan, lalu menikah lagi. Atau mulai bermain wanita (atau bermain pria, bagi yang perempuan). Baik menikah lagi secara terang-terangan, apalagi diam-diam, itu menyakiti hati pasangan hidup Anda.
Ingat, pasangan hidup yang dulu mendampingi Anda di kala susah, mendukung dan berdoa untuk kesuksesan Anda. Namun ketika Anda mendapatkan sukses itu, Anda meninggalkannya. Atau Anda menduakannya. "
Oh ... pelajaran monogami nih, pikir saya dalam hati.
"Banyak orang yang lupa hal itu. Begitu sudah jadi orang besar, uangnya banyak, lalu cari istri lagi. Menikah lagi. Rumah tangganya jadi kacau. Ketika merasa ditinggalkan, pasangan hidupnya menjadi tidak rela. Akhirnya uangnya habis untuk biaya sana-sini.
Banyak orang yang jatuh karena hal seperti ini. Dia lupa bahwa pasangan hidupnya itu sebenarnya ikut punya andil dalam kesuksesan dirinya," beliau melanjutkan.
Hal ini saya buktikan sendiri, setiap saya datang ke rumahnya yang di Waru Sidoarjo, saya menjumpai beliau punya 1 istri, 2 anak laki-laki dan 1 anak perempuan.
Perbincangan ini ditutup ketika kemudian ada tamu yang datang ....
Wallahu’alam bishshawab, ..
... Semoga tulisan ini dapat membuka pintu hati kita yang telah lama terkunci ...
Bismillah.. Gabung Yuk di Fp ini : Kaligrafi untuk membaca : "13 Perkara yang perlu dijaga oleh wanita”
cerita dr Kaligrafi Jum'at 17 Mei 2013
Kamis, 11 April 2013
Belajar Beropini
Bawang naik, cabai
ikut naik, rakyat tercekik
Bawang merupakan salah satu bahan inti dari suatu makanan baik bawang
putih maupun bawang merah khususnya pada makanan tradisional misalkan saja soto
Banjar. Jika bahan di kurangi bahkan tidak di masukkan pada masakkan soto pasti rasanya berbeda bahkan
tidak enak seperti sebelumnya.
Saat ini harga bawang melonjak naik, yang sebelumnya harga bawang putih dan
bawang merah berada di kisaran Rp. 16-18 ribu/kg sekarang menjadi Rp. 48-72
ribu/kg bahkan di beberapa daerah ada yang sampai Rp. 100 ribu/kg. Yang
biasanya mahasiswa dapat membeli Rp. 3.000/ons bawang untuk berpuluh kali
masak, sekarang untuk sampe berpuluh kali tidak sampai.
Di saat bawang putih dan merah mengalami naik turun harga dalam artian
belum stabil, kinipun cabai mengalami kenaikkan harga yang mencapai Rp. 100-120
ribu/kg. Kenaikkan bahan dapur dimana-mana, dimana peran pemerintah untuk
mangatasi semua ini. Pemerintah harus bertindak cepat dan tegas mengatasi semua
ini. Menurut UU No 13 Tahun 2010 tentang Hortikultura BAB III (Perencanaan
Hortikultura) pasal 5(ayat 2) menyebutkan bahwa Perencanaan hortikultura
sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus memperhatikan (a) pertumbuhan penduduk
dan kebutuhan konsumsi.
Data produksi bawang putih, bawang merah,dan cabai menyebutkan bahwa produksi
tahunan bawang merah di Indonnesia sekitar 1.050.000 ton, kebutuhan konsumsi
dan pabrikan dalam negeri sebesar 935.000 ton, sehingga terjadi surplus 115.000
ton. Untuk cabai produksinya sekitar 1.378.000 ton., kebutuhan dalam negari
kita sebesar 800.000 ton, sehingga untuk cabai terjadi surplus 578.000 ton.
Dari data tersebut agaknya Indonesia telah “swasembada” bahkan berlebih produk
bawang merah dan cabai.
Menurut saya secara garis besar, terjadinya masalah ini karena kurangnya
peran pemerintah terhadap 3 faktor, yakni faktor alokasi, faktor distribusi,
serta faktor stabilisasi.
Faktor alokasi, alokasi harus dapat di jalankan oleh tiga elemen yakni
pasar, negara-negara, dan organisasi negara. Dimana pasar adalah pusat
perekonomian terjadi, negara yang mengontrol dan organisasi negara yang
mendukung. Pemerintah mengawasi harga di pasar agar terkendali, jangan sampai
membiarkan harga bawang dan cabai melambung tinggi yang dinaikkan oleh pihak
penjual perusahaan swasta. Memberantas
praktek-praktek terlarang, seperti penipuan, penimbunan, monopoli, menetapkan
harga seenaknya, dan penyalah fungsian pasar lainnya dengan memberikan sanksi
yang berat dan tegas.
Faktor distribusi, pemerintah harus murunkan atau mensubsidi biaya
sarana produksi pertanian dan memperbaiki infrastruktur distribusi hasil panen.
Misalkan bawang, menyediakan lumbung bawang agar bawang tahan lama dan bawang
selalu ada di pasaran. Tingginya biaya produksi dan biaya angkut saat ini
dinilai sebagai pemicu utama meningkatnya kenaikkan harga ini. Diperlukan
penerapan sanksi yang tegas bagi pelaku peredaran produk illegal serta
pengawasan atauran yang kuat.
Faktor stabilitasi, pemerintah harus menjaga keharmonisan dengan
rakyatnya dengan memberikan rasa aman, harga-harga murah, kebutuhan masyarakat
tersedia, hukum-hukum di tegakkan, terciptanya keadilan, berkurangnya
kesenjangan sosial, dan terciptanya kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.
Tambahan lagi dalam jangka panjang, pemerintah perlu menghentikan impor
pangan pada produk yang bisa dihasilkan di dalam negeri seperti bawang,
buah-buahan, sayur-sayuran, dan sebagainya. Sebab, impor bahan pangan hanya
akan menguntungkan satu pihak seperti para spekulan dan komprador penjual. Di
sisi lain, negara dengan penduduk lebih dari 100 juta orang, tidak mungkin bisa
maju, jika kebutuhan pangannya tergantung pada impor. Negara perlu segera
menjadikan sektor pertanian sebagai sumber
kekuatan ekonomi nasional. Dan semoga Indonesia menjadi negara yang maju
dari aspek ekonomi, politik, dan moral individunya lebih baik.
Rabu, 10 April 2013
Sedikit Coretan
Malam Minggu ini tiba-tiba tergerak hati menghidupkan laptop memasang modem dan membuka blog. mencoba menggambarkan perasaan hati lewat blog ini. Orang ini bingung akan kehidupannya, yg masih belum banyak memberikan yg bermanfaat bagi org sekitarnya. mencoba memahami kebingunan itu dengan tulisan ini. Kangen keluarga yg jauh di Sampit sana, kangen keluarga besar di Bima, Mataram, dan Jakarta, dan juga kangen sama sahabat yg lagi umroh. ternyata aku kangen juga sma dia... (ngek klo dia tau mugkin aku bisa di hapakki dia.. hehe). Ya.. kamu Fizah (gru menunjuk ke muridny), kok bisa ya.. aneh.. hehe
Apa kabar kamu d sana lancar ibadahnya, sehat semua keluarga kamu.. ?
aneh sekali orang ini.....................
Kangen cerewet mama.. biar cerewet dia mama ku lo pemirsa.. aku telah memilihnya ketika d rahim, dia keren lo, orang ini sadar ketika menginjak bangku kuliah bahwa mamanya adalah ibu yg SUPER tp anaknya yg ga mau peka, bru sadar sekarang..
Abah.. abah yg cool lo pemirsa, semua orang d ajak bicara aja terus tanpa mau tau orng itu udah bosan dengar celotehan beliau atau ga, ya begitulah abah ku, dgn kelebihan beliau itu abah bisa menjadi ketua panitra, yesss... abah ku KEREN...
Fajar.. ya itulah adik laki-laki ku,orangnya perfeksonis bgt lo.. itu membuat dia jago bgt matematikanya..
Nila.. ya itu-tu adik perempuan orng ini, biasanya orng2 manggilnya Naila sih..orangnya manja bangt lo...
Sabtu, 23 Maret 2013
Masih Coba-coba
A. ETIKA DALAM BERPRODUKSI
Ipaya produsen
untuk memperoleh mashlahah yang maksimum dapat terwujud apabila produsen
mengaplikasikan nilai-nilai Islam. Dengan kata lain, seluruh kegiatan produksi
terikat pada tatanan nilai moral dan teknikal yang Islami, sebagaimana dalam
kegiatan konsumsi. Sejak dari kegiatan mengorganisasian faktor produksi, proses
prodksi, hingga pemasaran dan pelayanan kepada konsumen semuanya harus
mengikuti moralitas dan aturan teknis yang dibenarkan oleh Islam. Metwally
(1992) mengatakan, “perbedaan dari perusahaan-perusahaan non Islami tak hanya
pada tujuan, tetapi juga pada kebijakan-kebijakan ekonomi dan strategi
pasarnya.”
Nilai-nilai
Islam yang relevan dengan produksi dikembangkan dari tiga nilai utama ekonomi
Islam, yaitu: khilafah, adil dan takaful. Secara lebih rinci nilai-nilai Islam
dalam produksi meliputi:
1. Berwawasan jangka panjang, yaitu berorientasi kepada tujuan
akhirat;
2. Menepati janji dan kontrak, baik dalam lingkup internal atau
eksternal;
3. Memenuhi takaran, ketetapan, kelugasan, dan kebenaran;
4. Berpegang teguh kepada kedisplinan dan dinamis;
5. Memuliakan prestasi/produktivitas;
6. Mendorong ukhuwah antarsesama pelaku ekonomi;
7. Menghormati hak milik individu;
8. Mengikuti syarat sah dan rukunakad/transaksi;
9. Adil dalam bertransaksi;
10. Memiliki wawasan sosial;
11. Pembayaran upah tepat waktu dan layak;
12. Menghindari jenis dan proses produksi yang diharamkan dalam
Islam.
Penerapan nilai-nilai di atas dalam produksi tidak saja
akan mendatangkan keuntungan bagi produsen, tetapi sekaligus mendatangkan
berkah yang diperoleh oleh produsen merupakan satu mashlahah yang akan member
kontribusi bagi tercapainya falah. Dengan cara ini, maka produsen akan
memperoleh kebahagiaan hakiki, yaitu kemuliaan tidak saja di dunia tetapi juga
di akhirat.[1]
Produksi lahir dan tumbuh dari “perkawinan” manusia dengan
alam. Karena itu, Allah menggandengkan keduanya, ketika ia berfirman:
“Sesungguhnya Aku
jadikan di bumi ini khalifah…” (al-Baqarah: 30)
Firman-Nya:
“Dialah yang
menjadikan kamu sekalian khalifah-khalifah di muka bumi…” (Fathir: 39)
Firman-Nya:
“…Dialah yang
menciptakan kamu dari tanah, dan menyuruh kamu sekalian memakmurkannya…”(Hud:
61)
Bumi (tanah adalah) lapangan dan medan, sedangkan manusia
adalah pekerja yang giat dan
sungguh-sungguh. Apa yang diungkapkan para ekonom tentang modal dan sistem
tidak keluar dari unsur kerja. Sistem atau aturan tiada lain adalah merupakan
hasil dari kerja. Modal adalah kerja yang disimpan. Atas dasar itu kita
menyatakan bahwa unsur yang paling penting dan rukun yang paling besar dalam
proses produksi adalah amal usaha, dengannya bumi diolah dan dikeluarkan segala
kebaikan dan kemanfaatannya sehingga menghasilkan produksi yang baik.
Nilai-nilai penting dalam bidang produksi setelah nilai
bekerja, adalah ihsan(baik) dan
jihad(bersungguh-sungguh) dalam bekerja. Islam tdak semata-mata memerintahkan
bekerja, tetapi bekerja dengan baik. Hendaknya seorang muslim ihsan dalam bekerja dan dilaksanakan
dengan penuh ketekunan dan kesungguhan .
Ihsan dalam
bekerja bukan perkara sunnat, bukan keutamaan, bukan pula urusan sepele dalam
pandangan Islam, tetapi suatu kewajiban agama yang diwajibkan bagi setiap
muslim.
Di dalam sebuah hadits shahih
dikemukakan:
“Sesungguhnya Allah
mewajibkan ihsan (baik) dalam segala hal. Jika kalian membunuh (hewan), maka
bunuhlah dengan baik. Jika menyembelih, sembelihlah dengan cara yang baik.
Hendaknya seseorang di antara kamu menajamkan pisaunya dan mengistirahatkan sembelihannya”.
(HR Muslim dari haadits Syaddad bin Aus (1955))
Hadits tersebut mempergunakan kata-kata “kataba” yang
berarti fardhu yang kuat dan sangat ditekankan. Kata ini dipergunakan dalam
al-Qur’an, seperti firman-Nya:
“… telah diwajibkan
puasa bagi kamu, sebagaimana telah diwajibkan pada orang-orang sebelum kamu…”.
(al-Baqarah: 183)
“… telah diwajibkan
kepada kamu sekalian qisas dalam hal orang yang dibunuh…”. (al-Baqarah:
178)
Barangsiapa yang menyia-nyiakan ihsan di dalam bekerja,
maka sungguh ia telah menyia-nyiakan kewajiban agama, suatu kewajiban bagi
hamba-Nya yang mu’min. Rasulullah bersabda:
“sesungguhnya Allah
mencintai jika seseorang melakukan sesuatu pekerjaan hendaknya secara itqan
(professional)”. (HR Baihaqi)
Juga sabdanya:
“Sesungguhnya Allah
mencintai orang yang bekerja, apabila bekerja ia melakukannya secara ihsan”.
(HR Baihaqi)
Bahkan al-Qur’an tidak cukup menyuruh manusia untuk beramal
yang baik saja, tetapi menyuruh manusia untuk beramal yang terbaik. Inilah yang
dapat kita perhatikan secara jelas dalam tuntutan mengembangkan harta anak
yatim. Al-Qur’an melarang mendekatinya kecuali dengan jalan yang terbaik, yaitu
menjaganya pada satu sisi dan melakukan pengembangan pada sisi yang lain. Allah
berfirman:
“Janganlah kalian
mendekati harta anak yatim, kecuali dengan cara yang baik, sehingga sampailah
anak itu pada usia dewasanya…”(al-An-aam: 6)
Wasiat ini diulang-ulang dengan kata-kata yang sama dalam
al-Qur’an dalam dua surat, yaitu, surat al-An’aam dan surat al-Israa’.
[1] Pusat Pengkajian Dan
Pengembangan Ekonomi Islam (P3EI).2007. Ekonomi Islam . Jakarta:Rajawali Pers
Langganan:
Postingan (Atom)